Bidang Linmas dan Gulkar

Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Bidang Linmas dan Gulkar / Panca Dharma Pemadam Kebakaran

Panca Dharma Pemadam Kebakaran

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) tak hanya menaklukan api. Pasalnya petugas damkar juga dipersiapkan membantu masyarakat tertimbun longsor, terkepung banjir, bangunan runtuh, kecelakaan, tertimpa pohon tumbang, penyemprotan jalan licin, diserang tawon, ular atau binatang buas dan berbisa lainnya. Damkar juga melakukan penanganan kebakaran bahan berbahaya dan beracun. Pertolongan tidak hanya penyelamatan jiwa manusia, tetapi juga habitat lainnya.

Tugas mulia pemadam kebakaran itu tertuang pada tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran yang dikenal dengan Panca Dharma Kebakaran yaitu :

1. Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran;
Kewajiban yang pertama pemadam kebakaran pada saat pra bencana atau sebelum terjadi kebakaran sangat penting sekali guna mengurangi risiko kebakaran. Implementasinya dengan berbagai cara diantaranya sebabagai berikut:
Mempersiapkan Sumber Daya Manusia
Pertama, mengarahkan persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting dilaksanakan melalui pembentukan petugas atau penanggungjawab lingkungan, gedung pemukiman, gedung perdagangan, gedung industri, gedung campuran dan hutan.
Kedua, mengenalkan, melatih dan mendidik SDM untuk mengenal dan memahami penanggulangan kebakaran pada obyek lingkungan, gedung dan hutan tersebut sangat penting yang nantinya menjadi kelompok penanganan pertama dalam kebakaran sebelum petugas Pemadam Kebakaran sampai di lokasi kebakaran.
Mempersiapkan Sarana dan Prasarana
Dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran sarana dan prasarana lingkungan, gedung dan hutan sangat penting guna mempercepat penanganan kebakaran. Pada lingkungan, gedung dan hutan dapat dilengkapi beberapa diantaranya sebagai berikut:

Pertama, mengarahkan agar memiliki Alat komunikasi, untuk memudahkan menyampaian informasi cepat penanganan kebakaran.

Kedua, mengarahkan agar memiliki Alat Pemadam Api Sederhana (APAS), alat sederhana ini sangat bermanfaat untuk memadamkan api pertama, bisanya berupa pasir, karung atau kain dan air.

Ketiga, mengarahkan agar memiliki alat proteksi kebakaran setidak-tidaknya berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sebaiknya setiap lingkungan Rukun Tetangga (RT) memiliki minimal 1 buah berukuran 3 Kg, gedung minimal memiliki 1 buah berukuran 3 Kg setiap jarak 15 meter (kecuali bangunan industri berjarak 10 meter).

Keempat, mengarahkan setiap gedung bangunan yang memiliki luas lantai lebih dari 500 meter memiliki 1 buah hydrant halaman atau hydrant gedung atau memiliki sistem proteksi kebakaran berupa sitem deteksi kebakaran asap atau sistem springkel.

2. Pemadaman Kebakaran;
Petugas pemadam kebakaran berkewajiban melaksnakan tugas Quick Respon mulai dari menerima informasi kebakaran sampai dengan terpasang selang di lokasi kebakaran dan mempunya Prinsip PANTANG PULANG SEBELUM API PADAM.

3. Penyelamatan;
Prioritas penyelamatan jiwa manusia. Bisa juga penyelamatan lainnya seperti Operasi Tangkap Tawon (OTT), evakuasi binatang berbisa (ular) dan evakuasi lainnya.

4. Pemberdayaan Masyarakat;
Dalam proses pemberdayaan masyarakat ini terdapat empat proses utama yang perlu diperhatikan  diantaranya informasi publik, edukasi publik, hubungan masyarakat dan pengorganisasian relawan.
Pengorganisasian relawan merupakan langkah untuk membentuk kelompok-kelompok binaan masyarakat misalnya di lingkungan satuan Linmas, pada gedung kantor melalui satuan pengaman, pada gedung bangunan perdagangan dan industry melalui satuan K3 atau satuan petugas yang dibentuk menangani kebkaran dan penyelamatan. Kelompok-kelompok masyarakat inilah yang bisa terlebih dahulu melakukan upaya-upaya awal pemadaman dan penyelematan korban erta menjaga lingkungan.

5. Penanganan Bahan Berbahaya.
Mengarahkan kehati-hatian megelola bahan-bahan yang mudah terbakar mulai dari material sampai bahan kimia, sebaiknya disimpan secara teratur dan diberi jarak serta diberi tulisan bahan mudah terbakar.
Upaya pengurangan risiko kebakaran tidak cukup lagi ditangani secara parsial oleh masing-masing pemangku kepentingan. Keseriusan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintah disatu pihak, serta peran partisipasi masyarakat dan dunia usaha di lain pihak, pengurangan risiko kebakaran bukan tidak mungkin diwujudkan.